Nyeri Kolik pada perut dan penyebab terjadinya kolik

30 October 2018 : 11:25 PM
Baca Juga

Nyeri kolik adalah nyeri visceral akibat spasme otot polos organ berongga dan biasanya disebabkan oleh hambatan feses/kotoran  dalam rongga seperti obstruksi usus, batu ureter yang ada di saluran uretra. Nyeri kolik merupakan nyeri visceral akibat spasme otot polos organ berongga dan biasanya disebabkan oleh hambatan feses dalam rongga tersebut (obstruksi usus, batu ureter, batu empedu, peningkatan tekanan intraluminar). Nyeri ini timbul karena hipoksia yang dialami oleh jaringan dinding saluran. Karena kontraksi ini berjeda, kolik dirasakan hilang timbul, batu empedu, dan peningkatan intera luminer.

Nyeri kolik biasanya cepat diketahui misalnya makan terlalu kenyang, mengkonsumsi makanan yang terlalu asam, terlalu banyak makan pedas, dan bisa juga disebabkan terlalu banyak mengkonsumsi minuman beralkohol. Nyeri kolik biasanya bisa terjadi karena diare ataupun sembelit. Banyak wanita yang mengalami nyeri pada daerah pinggul dan perut bagian bawah pada waktu haid. Nyeri kolik pada bagian perut ialah infeksi saluran kemih, terutama pada wanita infeksi itu menyebabkan sistitis (peradangan kandung kemih). Berkerut atau meregangnya alat dalam perut menimbulkan rasa nyeri yang bergelombang (melilit) disebut kolik. Kolik bisa terjadi juga karena tersumbatnya kandung empedu, saluran empedu, atau saluran kemih.

Penyebab nyeri kolik


  1. Penyebab yang disebabkan oleh fisik, contohnya nyeri yang disebabkan oleh trauma ( baik oleh trauma mekanik, termis kimiawi, maupun elektrik), neoplasma, peradangan, gangguan sirkulasi darah dan lain-lain.
  2. Secara Fisikis, penyebabnya bisa terjadi karena adanya trauma pisikologis, nyeri yang disebabkan oleh faktor fisikologis merupakan nyeri yang dirasakan bukan karena penyebab organik, melainkan akibat truma pisikologis dan pengaruhnya terhadap fisik, yang bisa disebut dengan istilah psikomatik.

Klasifikasi Nyeri 

Nyeri dapat di klasifikasikan berdasarkan beberapa golongan berdasarkan pada tempat, sifat, berat ringannya nyeri, dan waktu lamanya serangan.

a. Nyeri berdasarkan tempatnya :
  1. Pheriperal pain, yaitu nyeri yang terjadi pada permukaan tubuh, misalnya pada kulit, mukosa.
  2. Deep pain, yaitu nyeri yang terjadi pada permukaan tubuh yang lebih dalam atau pada organ organ tubuh
  3. Refered paint, yaitu nyeri dalam yang disebabkan karena penyakit organ/ struktur dalam tubuh yang ditransmisikan ke bagian tubuh yang berbeda, bukan daerah asal nyeri.
b. Nyeri berdasarkan sifatnya
  1. Incidental pain, yaitu nyeri sewaktu-waktu lalu menghilang.
  2. Steady pain, yaitu nyeri yang timbul dan menetap serta dirasakan dalam waktu yang lama
  3. paroxysmal pain, nyeri yang dirasakan berintensitas tinggi dan kuat sekali, nyeri tersebut biasanya menetap kurang lebih 10- 15 menit, lalu menghilang, kemudian timbul lagi
c. Nyeri berdasarkan berat ringannya 
  1. Nyeri ringan, nyeri dengan intensitas rendah.
  2. Nyeri sedang, yaitu nyeri yang menimbulkan reaksi.
  3. Nyeri berat, yaitu nyeri dengan intensitas yang tinggi.
d. Nyeri berdasarkan waktu lamanya serangan
  1. Nyeri akut, yaitu nyeri yang dirasakan dalam waktu yang singkat dan berakhir kurang dari enam bulan, sumber dan daerah nyeri diketahui dengan jelas. Rasa nyeri mungkin sebagai akibat dari luka, seperti luka operasi, ataupun suatu penyakit arteriosclerosis pada arteri koroner.
  2. Nyeri kronis, yaitu nyeri yang dirasakan lebih dari enam bulan, yang mempunyai pola beragam yang berlangsung berbulan-bulan, bahkan sampai bertahun -tahun 





Share Articles