7 Tahap penyakit Alzheimer dan Pemeriksaan untuk penyakit Alzheimer

19 November 2018 : 12:11 AM
Baca Juga

Penapasundan.com - Penyakit Alzheimer merupakan suatu penyakit progresif, yang berarti bahwa penyakit ini berkembang semakin parah. Otak mengerut dan penyakit dapat bersifat fatal. Para ahli telah menetapkan 7 tahap penyakit alzheimer, mulai dari keadaan normal, kehilangan daya ingat dan daya kognetif lainnya, sampai pada tahap ahir.

Tahap 1

Seseorang dikatakan normal karena baik kesadaran fungsional maupun perilaku tidak mengalami penyimpangan, bebas melakukan tindakan dan pekerjaan sesuai dengan kebutuhan yang layak atau menurut perasaan.

Tahap 2

Setengah atau lebih polulasi berusia 65 tahun keatas mengalami gangguan kognitif dan/atau gangguan fungsional. Gangguan tersebut bersifat subjektif. Orangtua dengan gejala-gejala tersebut tidak lagi mengenal nama-nama anak mereka yang dikenal 5 atau 10 tahun sebelumnya. Mereka juga sering lupa tempat mereka meletakan sesuatu sebelumnya. Mereka juga sering lupa tempat mereka melakukan sesuatu sebelumnya. Secara subjektif, pasien mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi dan mendapatkan kata-kata yang tepat pada saat berbicara.

Tahap 3 

Seseorang pada tahap ini mengalami kemunduran ringan yang dimulai dengan permintaan atau pertanyaan yang berulang. Kapasitas untuk menjalankan sesuatu pekerjaan mengalami kemunduran dan pasien sulit untuk menguasai keterampilan baru, misalnya bekerja dengan komputer. Orang sekeliling merasakan adanya perubahan sikap dan tingkah laku.

Tahap 4

Kelemahan mental semakin nyata dan aktivitas fisik mulai berkurang. kunjungan atau pertemuan yang dilakukan beberapa waktu lalu tidak dapat diingat atau diceritakan kembali dengan baik bahkan, terdapat kesalahan nyata dalam menyebutkan hari, tanggal, bulan, dan bahkan tahun jika ditanyakan. Alamat atau nama yang menonjol, seperti alamat anak di kota lain atau nama kepala negara tertentu, masih dapat diingat.

Tahap 5

Pada tahap ini, kebergantungan hidup pasien sehari-hari semakin nyata. Pasien sudah memerlukan bantuan utuk memilih mana kanan atau pakaian, dan sulit membedakan mata uang dan mencatat pengeluaran dan penerimaan. Pasien mudah marah, tersinggung, dan waham curiga.

Tahap 6

Kemampuan dasar untuk melakukan kegiatan sehari-hari bergantung pada orang lain, misalnya dalam memilih pakaian, memasang baju yang benar (tidak terbalik) dan kebersihan tubuh serta urusan kekamar mandi. Peralihan ini berlangsung sampai 2,5 tahun.

Tahap 7

Kemampaun berbicara mulai menghilang demikian pula gerakan fisik untuk berpindah tempat. Pasien memerlukan bantuan orang kedua untuk berjalan. pasien dapat kehilangan kemampuan untuk duduk, bahkan pasien merasa sulit untuk duduk sendiri karena cendrung terjatuh, kecuali kecuali tangannya berpegang kepad suatu benda penyangga.


Pemeriksaan Penunjang 

Neuropatologi

Diagnosis defenitif ditegakan konfirmasi pemeriksaan neuropatologi melalui autopsi. Secara umum, terdapat atrofi yang bilateral, simetris, dengan berat otak yang sering mencapai sekitar 1000 gram (850-1240 gram )

Pemeriksaan neuropsikologis

Penyakit alzheimer selalu menimbulkan gejala demensia. Fungsi fungsi pemeriksaan neuropisikologis ini adalah menentukan ada tidaknya gangguan fungsi kognitif umum dan mengetahui secara rinci pola defisit yang terjadi.

CT scan dan MRI 

Kedua pemeriksaan ini merupakan metode non invasif bersolusi-tinggi untuk melihat kuantifiikasi perubahan folume jaringan otak pada pasien Alzheimer hidup. pemeriksaan ini berperan dalam menyingkirkan kemungkinan penyebab demensia lainnya., seperti multiinfark dan tumor serebri. Atrofi kortikal menyeluruh dan pembesaran ventrikel kedua hemisfer merupakan gambaran penanda dominan yang sangat sfesifik pada penyakit ini.

EEG

Pemeriksaan ini berguna untuk mengidentifikasi aktivitas bangkitan yang bersifat subklinis, sedangkan pada penyaklit Alzheimer, terdapat perubahan gelombang lambat di lobus frontalis yang nonspesifik.

Labolatorium

Tidak terdapat pemeriksaan labolatorium yang spesifik untuk penyakit Alzheimer. Pemeriksaan labolatorium dilakukan hanya untuk menyingkirkan penyebab penyakit demensia lain seperti pemeriksaan darah rutin, kadar vitamin B12, kalsium, fospor, fungsi ginjal dan hati, hormon tiroid, asam folat, serologi sifilis, dan skrining antibodi yang dilakukan secara slektif.





Share Articles