Pahami Dimensi Sosial Yang Terjadi PadaLanjut usia

15 November 2018 : 4:58 PM
Baca Juga

Penapasundan.com - Dengan semakin bertambahnya usia seseorang, maka partisipasi sosialnya semakin berkurang dan cakupannya juga menyempit. Dimana terdapat tingkat penurunan yang cepat dalam hal keanggotaan dan kegiatan sosial atau organisasi masyarakat setelah usia enam puluh tahun, atau bagi pria setelah pensiun. Sosialisasi lanjut usia mengalami kemunduran setelah terjadinya hubungan kerja atau tibanya saat pensiun. Teman-teman kerja yang biasanya menjadi patner dalam mencurahkan segala persoalan sudah tidak dapat dijumpai setiap hari. Lebih-lebih blagi jika teman sebaya/sekampung sudah terlebih dahulu meninggalkannya. Sosialisasi yang dapat dilakukan adalah dengan keluarga dan masyarakat yang relatif berusia muda.

Pada umumnya hubungan yang dilakukan pada lanjut usia adalah karena mereka mengacu pada teori pertukaran sosial. Hubungan ini mendatangkan kepuasan yang timbul dari perilaku orang lain. Pekerjaan yang dilakukan seorang diripun dapat menimbulkan kebahagiaan seperti halnya membaca buku, membuat karya seni, dan sebagainya, karena pengalaman-pengalaman tadi dapat dikomunikasikan dengan orang lain.

Banyak lansia yang tidak hadir yang dilakukan organisasi masyarakat dan ada kecendrungan untuk kurang aktif dalam pengelolaan organisasi. Terdapat banyak alasan mengapa partisipasi seseorang dalam kegiatan menurun sejalan dengan bertambahnya usia. Pertama adalah alasan kesehatan yang menurun, yang secara umum bisa digunakan sebagai alasan pokok. Akan tetapi tidak semua kasus mempunyai alasan yang sama seperti ini. Kedua alasan yang sama pentingnya atau bahkan kadangkala dianggap lebih penting yaitu tingkat keterlibatan dalam kegiatan sosial dalam usia muda.. Aktivitas ini sangat mempengaruhi partisipasi pada usia lanjut. Studi pada partisipasi sosial pada berbagai tingkat usia yang berbeda menunjukan bahwa mereka yang aktif pada masa dewasa akan aktif pula pada masa usia setengah baya dan pada usia lanjut kecuali kalau mereka mempunyai hambatan yang tidak memungkinkan untuk melakukan partisipasi seperti kesehatan memburuk, kemampuan ekonomi kurang membaik atau memang mempunyai tanggung jawab keluarga yang tidak memungkinkan.

untuk mengatasi masalah diatas dan mencegah dampak yang ditimbulkan maka lansia harus mendapatkan dukungan pisikososial dari berbagai berbagai sumber terutama yang berasal dari keluarga untuk bisa berinteraksi secara baik dengan dunia sosial mereka.

Akibat berkurangnya fungsi indera penglihatan, pendengaran, penglihatan, gerak fisik dan sebagainya maka muncul gangguan fungsional atau bahkan kecacatan pada lansia. Misalnya badannya menjadi bungkuk, pendengaran sangat berkurang, penglihatan kabur dan sebagainya sehingga sering menimbulkan perasaan terasingkan. Hal itu sebaiknya dicegah dengan selalu mengajak mereka melakukan aktivitas selama yang bersangkutan masih sanggup, agar tidak merasa terasingkan atau tersisih. karena jika keterasingan terjadi lansia akan semakin menolak untuk berkomunikasi dengan orang lain dan kadang-kadang terus muncul perilaku regresi seperti mudah menangis, mengurung diri, mengumpulkan barang- baraang yang tidak berguna, menangis bila bertemu orang lain sehingga berperilaku layaknya anak-anak.

Share Articles