Pengertian Alzheimer dan 5 Faktor penyebab terjadinya penyakit Alzheimer

16 November 2018 : 10:43 PM
Baca Juga

Penapasundan.com- Hai sobat pada kesempatan kali ini saya akan membuat artikel tentang penyakit alzhimer, Alzaimer adalah kondisi kelainan yang ditandai dengan penurunan daya ingat, penurunan kemampuan berpikir dan berbicara, serta perubahan perilaku akibat gangguan otak, Penyakit Alzheimer dilaporkan pertama kali oleh alois Alzheimer, seorang ahli psikiatri, pada tahun 1906. pasiennya adalah seorang wanita berusia 51 tahun, yang yang mengalami gangguan intelektual dan memori. Dia tidak mengetahui jalan kembali terumahnya sendiri, sementara wanita tersebut tidak mengalami gangguan saraf atau motorik. Pada autipsi, terlihat bagian otak yang mengalami atrofi difus dan simetris, dan secara miskroskopik tampak bagian kotrikal otak dengan plak neuritis dan degenerasi neurofibrilar.

Latar belakang 

Penyakit alzheimer biasanya timbul sesudah usia 60 tahun dengan eisiko meningkat sesuai bertambahnya umur. Pasien pada kelompok umur 65-74 tahun memiliki insiden sekitar 5% dan hampir separuh pasien berumur 85 tahun mengidap penyakit ini walaupun keadaan tersebut tidak selalu dialami manula.

Penyakit ini merupakan bagian dari demensia. Lima puluh sampai enam puluh persen demensia ditimbulkan penyakit alzheimer. Istilah demensia digunakan untuk menggambarkan sindrom klinis dengan gejala penurunan daya ingat dan kemunduran fungsi intelektual lainnya. pasien mengalami kemunduran fungsi intelektual yang bersifat menetap, yakni adanya gangguan pada sedikitnya 3 dari 5 komponen fungsi neurologis, yang mencakup fungsi berbahasa, melihat, mengingat, emosi dan memahami.

Penyebab

Penyakit ini merupakan penyakit degenerasi saraf, berdasarkan epidemologi, terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang mengalami penyakit ini pada usia kurang dari 58 tahun dan pada mereka yang berusia lebih dari 58 tahun (96%). Diperkirakan bahwa pada tahun 2000, terdapat 2juta penduduk amerika serikat yang mengidap penyakit Alzheimer, sedangkan di indonesia sendiri, jumlah lansia berklisar 18,5 juta orang dengan angka insidens dan prevalensi penyakit alzheimer yang belum diketahui secara pasti. Berdasarkan jenis kelamin Prevalensi penyakit ini pada wanita 3 kali lebih banyak ketimbang pada laki-laki. Hal hal ini mungkin cerminan dari usia harapan hidup wanita yang lebih lama dibandingkan laki-laki.

Proses patologi penyakit ini mencakup degenerasi sel saraf, yang menyebabkan beberapa kematian jaringan otak yang spesifik sehingga terjadi gangguan fungsi kognitif dengan penurunan daya ingat secara progresif. Kemungkinan bahul sel-sel tersebut mengalami degenerasi diperkuat dengan adanya peningkatan kalsium intera sel, kegagalan metabolisme energi, pembentukan radikal bebas ataupun produksi protein abnormal yang nonspesifik.

Terdapat beberapa faktor pencetus yang dicurigai sebagai penyebab seperti :

Faktor Genetik. Beberapa peneliti mengungkapkan 50% kasus diturunkan melalui pola pewarisan autosomal dominan. individu keturunan generasi pertama pada keluarga pasien memiliki resiko mengalami demensia 6 kali lebih besar dibandingkan dengan kelompok kontrol normal.

Faktor infeksi dan imunologi. Terdapat penilitian yang menyatakan keberadaan antibodi reaktif pada pasien. Diperkirakan terdapat infeksi virus yang menimbulkan infeksi menahun di sistem saraf pusat, yang identik dengan penyakit Creutzfeld-jacob dan kuru yang diduga berkaitan dengan penyakit alzheimer.

Faktor lingkungan. Faktor lingkungan mencakup paparan aluminium, silikon, merkuri, seng, dan zat-zat kimia lain.

Faktor trauma. Hubungan antara penyakit alzheimer sengan trauma kepala dicontohkan pada petinju yang mengidap demensia, dengan ditemukannya sejumlah besar serabut neurofibrilar pada sediaan autopsi otaknya.

Faktor neurotransmiter. Perubahan neurotransmiter dijaringan otak pengidap penyakit alzheimer memiliki peran yang sangat penting seperti yang dilaporkan beberapa peneliti, yaitu pada pasien terjadi penurunan aktivitas asertilkolin transferase, dan pengangkutan kolin, serta penurunan biosintesis asetrilkolim merupakan kelainan yang selalu ditemukan pada penyakit ini.







Share Articles